Read Dead Redemption Rilis di Android dan iOS, Bisa Main dari Netflix

Read Dead Redemption Rilis di Android dan iOS, Bisa Main dari Netflix

Red Dead ReRed Dead Redemption rilis di Android dan iOS. Foto: Rockstar

Game petualangan yang sempat dirilis Rockstar pada 2010 lalu, Red Dead Redemption, akhirnya rilis di HP. Gamer dapat memainkannya melalui platform layanan streaming film, yakni Netflix.
Rockstar meluncurkannya di Android dan iOS pada 2 Desember 2025. Game ini datang dengan dua mode permainan, yaitu menikmati kisah asli Red Dead Redemption dan yang satunya lagi keseruan di mode Undead Nightmare.

Pertama, bila memainkan story game ini, maka pemain dapat mengikuti perjalanan sang protagonis bernama John Marston, yang berjuang mengubur masa lalu kelamnya. Kedua, jika bermain Undead Nightmare, pemain tetap akan memerankan Marston, tapi dalam upaya bertahan hidup di tengah invasi zombie.

Sayangnya, premis yang ditawarkan pun tidak begitu menyenangkan di mode Undead Nightmare. Pemain harus melihat kepedihan sang karakter utama, ketika menyaksikan secara langsung bagaimana anak dan istrinya diserang oleh zombie dan akhirnya menjadi satu kawanan mayat hidup ini.

Menko PMK: Waspada Potensi Hujan Lebat hingga Akhir Tahun

Menko PMK: Waspada Potensi Hujan Lebat hingga Akhir Tahun

Menko PMK: Waspada Potensi Hujan Lebat hingga Akhir Tahun (tangkapan layar)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengingatkan agar waspada dan siap siaga hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir 2025. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan peringatan dini. Wilayah itu meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan, Jawa, dan Maluku.

1. Waspada Hujan Lebat hingga Akhir Tahun

“Pemerintah terus waspada dan siap siaga, BMKG telah menyampaikan ada potensi hujan lebat bahkan sangat lebat sampai akhir tahun ini termasuk di wilayah Aceh, Sumut, Kalimantan, Jawa, Maluku, dan Papua,” kata Pratikno saat konferensi pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025). 

Pratikno mengatakan, pemerintah sudah melakukan persiapan untuk mengurangi dampak signifikan akibat hujan lebat. Namun, dia belum merincikan persiapan yang sudah dilakukan.

“Ini kami sudah mewaspadai dan mempersiapkan sedini mungkin untuk mengurangi risiko semaksimal mungkin,” ujarnya. 

Sebelumnya, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memperingatkan ancaman cuaca ekstrem yang terjadi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi sejak akhir Desember hingga awal Januari 2026. 

“Saat ini kita lihat apa yang akan kita hadapi dalam periode Nataru tahun ini, yaitu mulai dari minggu ketiga Desember hingga memasuki minggu kedua Januari,” kata Faisal dalam paparannya dalam Rakor Pusat dan Daerah dalam Rangka Mengantisipasi Nataru di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (1/12/2025).

Momen Prabowo Susuri Jembatan Pante Dona Aceh yang Putus Akibat Banjir

Momen Prabowo Susuri Jembatan Pante Dona Aceh yang Putus Akibat Banjir

Prabowo Susuri Jembatan Pante Dona Aceh (foto: Biro Pers Kepresidenan)

Presiden Prabowo Subianto menyusuri lokasi Jembatan Pante Dona di Kabupaten Aceh Tenggara, pada Senin (1/12/2025). Jembatan tersebut putus total akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut dan menyebabkan ribuan warga terisolasi, serta membuat jalur logistik terhenti total.

Sesaat setelah tiba, Prabowo langsung menuju titik lokasi kerusakan untuk melihat dari dekat kondisi yang terjadi. Jembatan Pante Dona, salah satu akses utama penghubung sejumlah kecamatan di Aceh Tenggara, kini menyisakan rangka baja yang tergerus derasnya arus sungai.

Arus banjir yang melanda sejak beberapa hari lalu menyeret material jembatan hingga struktur penopangnya runtuh. Empat jembatan baja di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat, tetapi Jembatan Pante Dona menjadi yang paling parah.

Prabowo terlihat berjalan menyusuri tepian jembatan yang rusak, memperhatikan langsung sisa-sisa konstruksi yang roboh. Suasana haru terasa ketika warga setempat menyaksikan Kepala Negara berdiri di tengah reruntuhan infrastruktur yang selama ini menjadi nadi kehidupan mereka.

11 Helikopter Dikerahkan ke Lokasi Bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut

11 Helikopter Dikerahkan ke Lokasi Bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut

Helikopter dikerahkan ke lokasi bencana Sumatera (Foto: IG Setkab)

 Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melaporkan pemerintah mengerahkan 11 helikopter milik TNI dan Basarnas untuk mempercepat distribusi bantuan serta penanganan darurat di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut).

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut telah menyebabkan sebanyak 174 jiwa meninggal dunia, 79 hilang, dan 12 luka-luka. Sementara itu, ribuan orang harus mengungsi akibat bencana ini.

Hal ini disampaikan Seskab Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, pada Sabtu (29/11/2025).

“Sampai dengan hari ini, Pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI & Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana. Sembilan helikopter sudah berada di lokasi sejak tanggal 26 November 2025, dan dua helikopter tambahan telah terbang ke Aceh dari Jakarta pagi ini,” ungkap Seskab Teddy.

Seskab Teddy mengatakan helikopter yang telah dikirimkan digunakan untuk mendistribusikan logistik secara berkala ke kawasan terdalam dan wilayah yang terisolasi akibat jalur darat yang terputus. Operasi udara ini dinilai krusial mengingat banyaknya titik yang sulit dijangkau kendaraan darat.

“Helikopter-helikopter ini terbang di lokasi sekitar bencana untuk terus-menerus mendistribusikan logistik, terutama di daerah terdalam serta di daerah yang jalur daratnya terputus, serta terus memperhatikan pertimbangan utama dalam upaya penanganan bencana ini,” ujarnya.

Heboh Surat soal Gus Yahya Tak Lagi Jabat Ketum, Waketum PBNU: Tidak Penuhi Syarat!

Heboh Surat soal Gus Yahya Tak Lagi Jabat Ketum, Waketum PBNU: Tidak Penuhi Syarat!

Ketua Umum PBNU Kiai Yahya Cholil Staquf

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Amin Said Husni, menegaskan bahwa surat yang beredar dengan menggunakan kop surat bukan merupakan dokumen resmi organisasi. PBNU juga telah melakukan verifikasi administratif dan digital terhadap dokumen dimaksud.

Dijelaskan Amin Said, PBNU telah menyampaikan penjelasan resmi melalui surat bernomor 4786/PB.03/A.I.01.08/99/11/2025 tertanggal 26 November 2025 M/05 Jumadal Akhirah 1447 H.

Dalam penjelasan itu ditegaskan bahwa dokumen yang beredar tidak memenuhi ketentuan administratif sebagaimana diatur dalam Peraturan Perkumpulan Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pedoman Administrasi, khususnya terkait keabsahan surat resmi PBNU. 

“Surat resmi PBNU harus ditandatangani oleh empat unsur, yakni Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum, serta Sekretaris Jenderal. Dokumen yang beredar tidak memenuhi ketentuan tersebut,” ujar Amin Said, Kamis, (27/11/2025).

Jelang Nataru, Polri Gencarkan Operasi Besar-Besaran Berantas Narkoba!

Jelang Nataru, Polri Gencarkan Operasi Besar-Besaran Berantas Narkoba!

Polri Gencarkan Operasi Berantas Narkoba

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, menggelar operasi gabungan untuk memberantas peredaran narkotika menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan guna mengantisipasi peningkatan peredaran narkoba pada akhir tahun.

“Menggelar operasi gabungan di tempat-tempat hiburan malam, termasuk diskotek, klub, dan bar di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar,” kata Eko kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).

Eko menyebut, bahwa saat ini sudah mulai terlihat tren peningkatan peredaran narkotika. Ia menjelaskan terdapat sejumlah faktor utama yang memicu kondisi tersebut, salah satunya karena meningkatnya keramaian dan aktivitas hiburan.

“Akhir tahun identik dengan perayaan, pesta, dan meningkatnya aktivitas di tempat hiburan malam yang menjadi pasar potensial bagi peredaran narkoba jenis rekreasi, seperti ekstasi dan sabu,” ujar Eko.

Wanita Tanpa Busana Diduga Hina Alquran, Bareskrim Buru Pelaku!

Wanita Tanpa Busana Diduga Hina Alquran, Bareskrim Buru Pelaku!

Bareskrim Buru Pelaku Penghina Alquran

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita tanpa busana yang diduga melakukan penistaan agama dengan meludahi dan menghina Alquran.

Dalam video yang dibagikan akun X @dhemit_is_back, tampak wanita tersebut mengenakan kerudung hitam namun dalam kondisi tanpa busana. Ia terlihat memegang Al-Quran lalu beberapa kali meludahi kitab suci tersebut.

“Ini tuh barang sok suci ya,” ucap wanita itu dalam video.

Wanita tersebut juga terdengar melantunkan ayat suci sambil menyisipkan kata-kata bernada vulgar. Unggahan itu turut menandai pihak kepolisian.

“Halo @CCICPolri mohon atensinya, terutama wilayah Jawa Timur. Kalau kami spill, takut massa yang bergerak,” tulis keterangan akun tersebut.

KPK Beberkan Asal-usul Uang Rp300 Miliar yang Dipamerkan

KPK Beberkan Asal-usul Uang Rp300 Miliar yang Dipamerkan

KPK

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan asal-usul uang senilai Rp300 miliar yang dipamerkan di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis 20 November 2025. Uang tersebut merupakan sebagian dari total Rp883 miliar yang akan diserahkan ke PT Taspen.

Penyerahan dana ini berasal dari rampasan kasus investasi fiktif yang dilakukan oleh terpidana Ekiawan Heri Primaryanto.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan KPK tidak menyimpan uang tersebut di Gedung Merah Putih maupun di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

“Dalam teknis penyimpanannya, KPK melakukan penitipan atas barang sitaan maupun rampasan dalam bentuk uang kepada pihak bank di rekening penampungan,” kata Budi, Jumat (21/11/2025).

Budi menambahkan, metode penyimpanan ini merupakan praktik yang baik dalam tata kelola barang rampasan dan sitaan dari proses penegakan hukum tindak pidana korupsi.

Dilarang Bicara, Rismon Tuding Audiensi dengan Komisi Percepatan Reformasi Polri Tidak Fair

Dilarang Bicara, Rismon Tuding Audiensi dengan Komisi Percepatan Reformasi Polri Tidak <i>Fair</i>

Rismon Sianipar

Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar menyampaikan komplain kepada Komisi Percepatan Reformasi Polri lantaran ia diperbolehkan masuk namun tidak diperbolehkan bicara. Ia juga merasa komisi tersebut tidak fair karena adanya pihak pelapor dalam kasus itu, sehingga cerita hanya berasal dari satu sisi.

“Kami komplain pada Profesor Jimly, jurnalis saja sebisa mungkin cover both sides, mendengar cerita dari dua sisi. Kenapa yang namanya Komite Reformasi Polri tidak mau mendengarkan cerita dari sisi kami? Sementara Otto Hasibuan ada di ruangan itu yang bisa menyuplai data atau informasi sesuai versi mereka,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Pihaknya diminta untuk keluar dari tempat audiensi atau tetap hadir namun tidak boleh bicara, yang membuat ia hanya menjadi penonton belaka. Ia pun menyampaikan keberatannya atas hal tersebut.

“Diminta keluar langsung atau berada di barisan belakang tapi tidak ngomong. Kami kan di sini bukan untuk menjadi penonton, Prof. Jimly, iya kan. Terkait dengan tadi juga kami keberatan. Di situ ada Profesor Otto Hasibuan yang dari kantor pengacaranya mendampingi atau menjadi PH dari pelapor, Joko Widodo ya. Jadi itu tidak fair,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan komplain kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa suara seorang terpidana, apalagi tersangka, seharusnya tetap bisa didengarkan. Meski walk out, pihaknya sempat memberikan buku berjudul Jokowi’s White Paper kepada para komisioner.

Soal Bullying di Sekolah, Prabowo: Harus Kita Atasi!

Soal Bullying di Sekolah, Prabowo: Harus Kita Atasi!

Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena kasus perundungan atau bullying di sekolah. Ia pun menegaskan kasus bullying harus segera ditangani. 

“Itu harus kita atasi,” tegasnya saat ditanya awak media di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).

Kasus bullying terbaru yang menelan korban jiwa terjadi pada seorang remaja inisial MH (13), siswa kelas I SMP Negeri di Tangerang Selatan. MH dikabarkan meninggal dunia di ruang ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu 16 November pagi.

Sejak awal masuk sekolah, MH diduga mengalami perundungan. Kondisinya terus memburuk akibat luka serius di kepala hingga akhirnya meninggal.

MH dilaporkan mengalami intimidasi oleh teman sekelasnya sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Menurut ibunya, Y (38), perlakuan itu tidak hanya berupa ejekan, tetapi juga kekerasan fisik.